Parameter Kualitas Limbah Cair


Menurut Okun & Ponghis ( Nurhasanah, 2009), berbagai parameter  kualitas limbah cair yang penting untuk diketahui adalah sebagai berikut :
1)      Bahan padat tersuspensi
Bahan padat tersuspensi adalah bahan padat yang dihilangkan pada penyaringan (filtration) melalui media standar halus dengan diameter 1 mikron.
2)      Bahan padat terlarut
Bahan padat terlarut adalah bahan padat yang terdapat dalam filtrat yang diperoleh setelah menghilangkan bahan padat tersuspensi.
3)      Kebutuhan oksigen biokimia (Biochemical Oxygen Demand = BOD)
Kebutuhan oksigen biokimia (KOB) adalah ukuran kandungan bahan organik dalam limbah cair.
4)      Kebutuhan oksigen kimiawi (Chemical Oxygen Demand = COD)
COD merupakan paremeter kekuatan limbah cair. COD merupakan ukuran persyaratan kebutuhan oksidasi sampel yang berada dalam kondisi tertentu dengan menggunakan suatu oksigen kimiawi.
5)      Organisme koliform
Organisme indikator ini meliputi Escherichia coli yang berasal dari saluran pencernaan makanan binatang berdarah panas. Adanya organisme koliform menunjukkan kemungkinan adanya patogen, baik virus ataupun bakteri.
6)      pH
pH limbah cair adalah ukuran keasaman (acidity) atau  kebasaan (alkalinity) limbah cair. pH menunjukkan perlu atau tidaknya pengolahan pendahuluan (pretreatment) untuk mencegah terjadinya gangguan pada proses pengolahan limbah cair.
7)      Oksigen terlarut (Dissolved oxygen = DO)
DO penting dalam pengoprasian sistem saluran pembungan maupun bangunan pengolahan limbah cair. Air bersih biasanya jenuh akan oksigen, namun dengan cepat akan berkurang apabila limbah organik ditambahkan ke dalamnya.
8)      Kebutuhan klor (Chlorine Demand)
Pendesinfeksian terhadap efluen limbah cair yang diolah diperlukan angka kebutuhan klor yang merupakan parameter kualitas yang penting. Angka tersebut merupakan fungsi dari kekuatan limbah. Semakin tinggi derajat pengolahan, semakin kecil angka kebutuhan klor dari efluen tersebut.
9)      Nutrien
Limbah cair mengandung nutrien (misalnya nitrogen dan fosfor) dalam konsentrasi yang bermakna berupa zat pembangun bagi organisme hidup. Konsentrasi normal tidak menyebabkan masalah pada badan air penerima atau pun pada limbah cair yang akan digunakan kembali untuk irigasi atau industri.
10)  Logam berat
Bila industri membuang limbah cair ke sistem saluran limbah cair (sewerage), banyak logam berat yang masuk kedalam sistem dan mengganggu proses pengolahan kualitas air penerima.
11)  Parameter lain
Lemak yang terlalu banyak dapat menyebabakan kesulitan besar dalam pengelolaan limbah cair. Deterjen dapat juga menimbulkan masalah, terutama bila limbah cair dimasukan kedalam aliran yang bergelombang (turbulent) sehingga busa menjadi berbau.
pengunjung yang budiman bantu blog ini bagikan postingan artikel dengan cara klik logo share di bawah ini :

0 komentar:

Post a Comment

Admin tidak selalu online jika ada pertanyaan tinggalkan komentar, bagi sobat yang ingin berkomentar gunakan kata-kata yang sopan terimakasih.

[ Form Komentar Klasik ]