Metode Pengendalian Vektor dan Pembrantasan Vektor Penyakit

Vector adalah atropoda yang dapat menimbulkan atau menularakan suatu infection, agent dari sumber infeksi kepada induk semank.yang rentan Pengendalian vector adalah semua usaha yang dilakukan untuk mengurangi atau menurunkan populsi vector, dengan tujuan mencegaah atau membrantas penyakit yang ditularkan vector atau yang di akibatkan oleh vector Pringsip pengendalian vector dan pembrantasan vector sama yaitu menurunkan populasi vector ketitik tertantu yang tidak membahayakan.
Pembrantasan :
tujuan menurunkan jumlah penderita sampai tidak merupakan masalah kesehaatan utama. jangkauan Tidak perlu seluruh wilayah,Negara, hanya yang tinggal penularanya saja, waktu tdak terbatas,biaya relative kecil, pengolaan cukup baik, toksin operasional : pencarian penderita sesuai dengan kemampuan, penyelidikan epidemologi sesuai dengan kebutuhan.
Cara pengendalian vector secara umum :
  1. cara kimia :pestisida/ intertisida
  2. cara fisik :mekanika titik berat pada pemangfaatan : vaktor iklim suhu, kelembapan, dan cara-cara mekanik
  3. cara fisiologi :manipulasi bahan-bahan penarik /penolakan vector.
  4. pengaturan tata tanaman berhubungan dengan : Waktu penanam, cara-cara menanam,dan tata lahan
  5. cara biologis : memangfaatkan tumbuh-tumbuhan atau hewan, paarasit, predator maupun kuman phatogen berlangsung secara almi
  6. mengganggu keseimbangan genetic, untuk mengurangi populasi vector maupun melalui teknik
Metodologi pengendalian vector
pringsip dasar/konsep pengendalian ( pengendalian vector harus menerapkan macam macam cara pengendalian agar vector tetap berada dibawah garis yang tidak membahayakan,), (tidak menimbulkan kerusakan/ gangguan ekologi terhadap tata lingkungan hidup.
Vaktor-vaktor yang harus diperhatikan dalam metologi pengendalian vector
  • Tingkat populasi fektor
  • Keadaan lingkungan setempat, geografi, social, ekonomi, transportasi, iklim dll
  • Perbandingan antaa ouput/ hasil yagn akan diperoleh dan imput dalam upaya pengendalian
Pringsip pengendalian vector malaria adalah :
pemuntusan mata rantai penularan dengan cara : (pembrantasan vector, yaitu : membunuh nyamuk dewasa, membunuh jentik (keg anti larfa), menghilangkan atau mengurangi blending place), dan melalui upaya pengendalian dengan cara :biologis, mekanik, kimiaawi, pengelolaan linkungan, manipulasi lingkungan. Mengubah lingkungan. Data pengendalian vector 
1. data primer, data sekunder,
2. Data epidemologi
3,data entomologi,
4 data sumber daya.)

Bionomic ( kebiasaan hidup Vector nyamuk) :
  1. Kebiasaan yang berhubungan dengan pekawinan mencari makan dan lamanya hidup.
  2. Kebiasaan kegiatan diwaktu malam dan perputaran menggigitnya.
  3. Kebiasaan untuk melindungi diluar rumah dan keluaar dari rumah.
  4. Kebiasaan memilih mangsa 
  5. Kebiasaan didalam rumah yang berhubugan dengan iklim, suhu kelembapan, sinar matahaei dll.
  6. kebiasaan dalam rumah dan luar rumah yang berhubungan dengan penggunaan racun serangga ( Incottisida )
Lending place ( siklus hidup Vektor nyamuk)
  1. Aides = hidup pada air bersih dan tidak langsung berhubungan dengan tanah. 
  2. Mansonia= senang dikolam, rawa-rawa dan danau
  3. Culeks = sembarang tempat yang penting air
  4. Anopheles = air payou, air tawar, langsung dapat sinar matahari, tidapak dapat sinar matahari, air tidak mengalir, air sedikit mengalir.
fending place (cari makan) : Vektor nyamuk yang senang cari darah manusia, nyamuk yang senang cari darah binatang.Resting place ( berkembang biak ) : 1. Didalam rumah atau bangunan lain 2. Didalm rumah atau alam bebas.­­­
pengunjung yang budiman bantu blog ini bagikan postingan artikel dengan cara klik logo share di bawah ini :

0 komentar:

Post a Comment

Admin tidak selalu online jika ada pertanyaan tinggalkan komentar, bagi sobat yang ingin berkomentar gunakan kata-kata yang sopan terimakasih.

[ Form Komentar Klasik ]