Cara Usah Depot Air minum isi Ulang ( Air Galon Isi Ulang )

Banyak dari masyarakat kita selama ini sering mengkonsumsi air yang banyak diambil dari sumur dan juga air yang sudah dioleh oleh Perusahaan Air Minum (PDAM). Seiring dengan makin majunya teknologi maka diiringi dengan semakin sibuknya aktivitas manusia maka masyarakat cenderung memilih cara yang lebih praktis dengan biaya yang relative lebih murah dalam memenuhi kebutuhan air minum. Salah satu pemenuhan kebutuhan air minum yang menjadi alternative dengan menggunakan air minum isi ulang ( Pracoyo, Noer Endah, 2006).
Usaha produksi air minum merupakan produksi berskala kecil yang kadang-kadang merupakan usaha rumah tangga yang mana dari segi pengetahuan dan sarana-prasarana masih kuarang jika kita bandingkan dengan standar kesehatan, sehingga jika kita tinjau dari segihygiene dan sanitasinya masih diragugan. Sejauh ini pengusaha jasa pengisian air minum belum memenuhi kualitas air minum secara mikrobiologis, kimia, maupun secara fisik dan seringnya hanya berupa fisik saja maka dengan hal itu tentu belum memenuhi syarat. Dengan hal ini masyarakat belum terlindungi kesehatannya akibat konsumsi air minum akibat dari adanya jasa Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU).
Dengan pertimbangan dan uraian diatas maka sebagai masukan dan sebgai bahan pemikiran dalam pengolahan air bersih bagi institusi, pengusaha DAMIU serta dinas terkait, maka penulis memiliki keinginan pengadakan penelitian dengan judul “ Studi Aspek Kesehatan Lingkungan Depot Air Minum Isi.
1.        Gambaran umum
Beberapa Tahun Belakangan Ini  Marak Bermunculan Berbagai Depot Air Minum Isi Ulang.  Kondisi Ini Terkait Makin Sulitnya Air Tanah Yang Memenuhi Syarat Minimal Kesehatan Untuk Bisa Di Konsumsi. Kerusakan Lingkungan Kelihatannya Begitu Mewabah Di Negeri Ini.  Inilah Yang Melatarbelakangi Maraknya Bisnis Air Minum Isi Ulang. Bisnis air minum isi ulang merupakan peluang bisnis yang tetap bisa survive di masa yang akan datang. Walaupun bisnis air minum isi ulang ini belakangan cukup menjamur, namun Anda tidak boleh patah semangat untuk menekuninya, sebab semua orang butuh air, baik untuk minum ataupun keperluan kebutuhan yang lainnya. Menekuni bisnis ini tidaklah terlalu sulit pengelolaannya, dan juga tidak membutuhkan tempat yang luas namun harus berada pada tempat yang benar-benar strategis. Tempat depot air isi ulang yang strategis ini ternyata dapat mendongkrak penjualan sampai 50% selain harga tentunya yang lebih kompetitif, karena orang sangat interest sekali untuk mendapatkan perbedaan harganya.
A.       Aspek Pembiayaan Dan Produksi
Studi dalam aspek keuangan diperlukan langkah‑langkah penyusunan proyeksi keuangan untuk kelayakan dari perencanaan usaha tersebut. Langkah‑langkah tersebut adalah :
Langkah Pertama:
-          Berdasarkan pada analisis teknis/produksi, menentukan kebutuhan investasi baik untuk aktiva tetap maupun modal kerja; Bila berkaitan dengan rencana usaha baru.
-          Menentukan sumber‑sumber dana yang dapat digali dan digunakan untuk membiayai kebutuhan investasi tersebut; sumber dana dapat diperoleh dari:
1.      modal sendiri yang dapat disediakan;
2.      modal pinjaman
Langkah Kedua:
-          Rencana (target penjualan), berdasarkan data‑data diperoleh dari analisis pasar. Ditentukan hasil penjualan setiap tahun yaitu kuantitas dikalikan dengan harga jual;
-          Hasil‑hasil/pendapatan lainnya setiap tahun;
Biaya‑biaya meliputi :
1.   Biaya produksi dan operasional antara lain
a. Bahan mentah/bahan penolong yang digunakan;
b. Bahan bakar yang digunakan;
c. Gaji untuk karyawan, manajer dan sebagainya;
d.Perlengkapan kantor yang diperlukan;
e. Biaya pemeliharaan mesin, peralatan& kendaraan gym digunakan
f. Biaya‑biaya latihan keterampilan dan sebagainya;
g. Biaya bunga
2.   Penyusutan, atas aktiva tetap yang digunakan selain tanah;
3.   Pajak
4.  Pembayaran hutang/kredit (bila menggunakan sumber dan pinjaman) yang meliputi:
a. Angsuran hutang pokok;
b. Bunga.
Langkah ketiga:
Berdasarkan data dari analisis teknis dan analisis pasar, serta data‑data keuangan      lainnya yang telah diperoleh/dihitung dalam langkah pertama, tentukan : Biaya Investasi Baik untuk aktiva tetap maupun modal kerja.
Langkah keempat:
Berdasarkan pada data‑data tersebut pada langkah kedua, disusun rencana penerimaan dan pengeluaran. Sebelum rencana penerimaan dan pengeluaran disusun, terlebih dulu disusun rencana rugi laba (Performa rugi laba), yang dinilai sangat penting dalam rangka menyusun perkiraan keuangan (finansial forecasting), karena akan menggambarkan proyeksi keuntungan untuk menjawab apakah perencanaan usaha tersebut menguntungkan (profitable).
Langkah kelima:
Berdasarkan langkah keempat, dilakukan penilaian (analisis) terhadap kelayakan perencanaan usaha tersebut. Jadi secara ringkas untuk menganalisis data, terutama yang berkaitan dengan data keuangan akan dilakuka.
.Rincian Kebutuhan Anggaran
ANALISA USAHA
Modal awal :

Peralatan :

- Alat penyulingan air                                
Rp.10.000.000,00
- Meja dan kursi plastik                  
Rp.     300.000,00
Jumlah                                                             
Rp.10.300.000,00
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar  Rp.1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan  pertahun = (Rp 10.300.000,00 – Rp 1.000,00) / 4 = Rp 2.574.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 214.562,00 per bulan .
Peralatan dan perlengkapan yang dipergunakan untuk pengolahan air minum harus menggunakan peralatan yang sesuai dengan persyaratan kesehatan (food grade) seperti pada :
·           Pipa pengisian air baku
·           Tandon air baku
·            Pompa penghisap dan penyedot
·           Filter
·           Mikro Filter
·           Kran pengisian air minum curah
·           Kran pencucian/pembilasan botol
·           Kran penghubung (hose)
·           Peralatan sterilisasi

B.      
Aspek Perizinan
Air baku yang dipergunakan pada depot air minum ini harus memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan KEPMENKES 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Pengawasan Kualitas Air minumKepmenkes tersebut dalam kaitan dengan Depot Air Minum ini antara lain mengatur :
 Pasal 2
Jenis air minum meliputi (harus memenuhi syarat kesehatan air minum)
a. Air yang didistribusikan melalui pipa untuk keperluan rumah tangga;
b. Air yang didistribusikan melalui tangki air;
c. Air kemasan;
d. Air yang digunakan untuk produksi bahan makanan dan minuman yang disajikan kepada masyarakat;

Pasal 5
Dalam pelaksanaan pengawasan kualitas air minum, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat menentukan parameter kualitas air yang akan diperiksa, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah tangkapan air, instalasi pengolaan air dan jaringan perpipaan
Sesuai dengan pasal 5 di atas maka Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menetapkan parameter persyaratan kualitas AMIU sebagai berikut :
1.        Fisika : Parameter yang diperiksa seperti bau, jumlah zat padat terlarut (TDS), kekeruhan, rasa, suhu, warna.
2.        Kimia
-          Kimia Anorganik
Parameter yang diperiksa seperti Air raksa, Aluminium, Arsen, Barium, Besi, Florida, Kadmium, Kesadahan, Khlorida, Kromium, Mangan, Natrium, Nitrat, Nitrit, Perak, PH, Selenium, Seng, Sianida, Sulfat, Sulfida, Tembaga, Timbal
-          Kimia Organik
ParameteryangdiperiksazatorganiksebagaiKMnO4
3. Mikrobiologi : Parameter yang diperiksa seperti E. Coli, Koliform tinja dan total Coliform
Pasal 6
Pemeriksaan sampel air minum dilaksanakan di laboratorium pemeriksaan kualitas air yang ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.
Pasal 9
Pengelola penyediaan air minum harus:
a. menjamin air minum yang diproduksinya memenuhi syarat kesehatan dengan melaksanakan pemeriksaan secara berkala memeriksa kualitas air yang diproduksi mulai dari:
- pemeriksaan instalasi pengolahan air;
- pemeriksaan pada jaringan pipa distribusi;
- pemeriksaan pada pipa sambungan ke konsumen;
- pemeriksaan pada proses isi ulang dan kemasan;
b.  melakukan pengamanan terhadap sumber air baku yang dikelolanya dari segala bentuk pencemaran berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Adapun syarat suatu usaha yaitu:
1. Fotocopy KTP
2. Fotocopy denah bangunan
3. Surat yang menyatakan status bangunan dalam bentuk akte hak milik / sewa / kontrak
4. Daftar Tenaga yang menangani dengan mencantumkan nama, alamat
5. Asli dan salinan/fotocopy daftar terperinci alat perlengkapan yang dipunyai
6. Izin HO (Hinder ordonatie)
7. SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan)
8. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak
D.    ASPEK MENEJEMEN/PENGELOLAAN
Dalam merintis bisnis ini, ada beberapa pengelolaan yang perlu diperhatikan.
-       tempat  yang akan dijadikan depot air minum isi ulang. Tempat yang baik untuk bisnis ini adalah tempat yang strategis dan berada di lingkungan perumahan umum. Namun, jangan khawatir, rumah pribadi anda pun dapat dimanfaatkan sebagai lahan dalam menjalankan bisnis ini .
-       mesin air minum isi ulang dari agen atau distributor yang anda pilih . Untuk sementara, mesin yang anda pilih jangan terlalu mahal karena akan terbentur oleh modal  yang hanya Rp 10 Juta. Pilihlah paket satu tabung terlebih dahulu untuk menekan modal awal sambil menguji peluang usaha ini di lokasi tempat anda membuka usaha. Barulah kemudian jika sudah teruji dan modal bertambah, Anda dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas bisnis ini dengan menggunakan alat pembersih kuman atau bakteri. Peralatan tersebut sangat mempengaruhi kualitas air  yang akan di produksi . Namun tidak main-main, modal yang harus anda keluarkan, yaitu sekitar 40 juta.
-       saluran air baku.  Sumber bahan olahan ini sangat penting sekali. Mutlak air tanah maupun air dari PAM/PDAM yang melimpah, karena usaha ini sangat tergantung volume air. Semakin banyak air yang diolah maka semakin banyak galon air yang bisa di pasarkan kepada konsumen.
-       daya listrik. Perlu sumber listrik yang memadai. Disesuaikan dengan kapasitas produksinya, semakin besar mesin yang digunakan maka semakin besar daya listrik dibutuhkan.
-       ruang usaha dan pengisian mesin.  Perlu ruangan yang memadai sesuai ukuran mesin dan tempat penampungan airnya. Semakin besar produksi air yang dihasilkan tentunya dibutuhkan tempat yang semakin besar. Usahakan pengaturan ruangan yang sebaik-baiknya, agar kesan bersih dan sehat terlihat nyata.
-       kemampuan permodalan. Usahakan mengukur kemampuan keuangan kita untuk berbisnis depot air minum ini. Jangan memaksakan investasi yang tidak sesuai dengan kondisi keuangan.
-       siapkan karyawan. Carilah orang yang akan membantu usaha kita yang telah teruji kejujuran, kedisiplinan, kebersihan, kerajinan dan kesetiannya. Usaha ini butuh dukungan orang yang memiliki komitmen tinggi untuk berhasil, karena besarnya resiko yang harus dihadapi kalau tidak dikelola secara profesional.
-       persiapkan dengan baik jaringan pemasarannya dengan kebijakan  promosi, harga dan pelayanan yang baik ditunjang dengan produk yang semakin berkualitas.
-       kelola usaha dengan manajemen profesional. Tidak bisa lagi usaha dikelola dengan cara kekeluargaan dengan mengesampingkan prinsip usaha yang sehat dan tertib. Mau mencoba? (naskah oleh ASS) Diolah dari beberapa sumber.
-       Selain itu, hal penting yang harus anda lakukan adalah perawatan yang meliputi pembersihan mesin, penampung air dan tempat usaha sehingga kebersihan dan kesehatannya pun terawat (steril).
Pengelola penyediaan air minum harus:
a.  menjamin air minum yang diproduksinya memenuhi syarat kesehatan dengan melaksanakan pemeriksaan secara berkala memeriksa kualitas air yang diproduksi mulai dari:
- pemeriksaan instalasi pengolahan air;
- pemeriksaan pada jaringan pipa distribusi;
- pemeriksaan pada pipa sambungan ke konsumen;
- pemeriksaan pada proses isi ulang dan kemasan;
b.  melakukan pengamanan terhadap sumber air baku yang dikelolanya dari segala bentuk pencemaran berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.
E.   Aspek Pemasaran
Promosi = Lakukan promosi, buat outlet lebih menarik dari tempat kompetitor.... kalau sama saja jangan harap anda ingin kaya dengan membuka usaha air minum isi ulang ini. Sebarkan brosur dengan desain yang menarik dengan penyusunan kata-kata yang menjual tetapi tidak berbohong. Place Distribution = Lokasi juga menjadi hal utama dalam peningkatan penjualan yang cepat, seperti tempat-tempat padat penduduknya, tempt-tempat dimana air memiliki kondisi yang jelek dll. Cepat dalam pengiriman pesanan juga sebagai pertimbangan . dalam menjual air ada hal yang perlu diingat ” Menjual air adalah pelayanan ” karena air tidak tergantikan dan merupakan kebutuhan pokok yang paling pokok.
Price = Sekali lagi penetapan harga yang pantas dan pas tidak selamanya menjual dengan harga murah lebih untung daripada menjual harga mahal ini adalah pengalaman kami diberbagai daerah.
1.    Penjualan
Penjualan sebgai ujung tombak dalam pemasaran air minum isi ulang harus mengetahui cara-cara yang benar dalam penyimpanan ataupun tempat penjualan harus bersih dan terhindar dari sinar matahari langsung serta di pisahkan dengan benda-benda yang berbau tajam.
2.    Konsumen
Semua orang membutuhkan air minum. Ini menjadi peluang besar bagi para pelaku bisnis isi ulang air minum. Kebanyakan orang tidak mau repot memasak air minum sendiri, jadi mereka lebih memilih cara praktis untuk memperoleh air minum dari depot isi ulang yang saat ini banyak bermunculan
F.   Aspek Pengeluaran
Segi pengeluaran dinyatakan dalam satuan uang dari aspek finansial ,suatu usaha dikatakan layak apabila pemasukan lebih besar dari pengeluaran.
Adapun Tahapannya adalah :
a. Menghitung kebutuhan usaha
- Investasi untuk aktiv tetap.
- Investasi untuk modal kerja.
- Anggaran sumber dan penggunaan dana.
b. Menghitung arus kas
- Perkiraan biaya produksi dan operasional.
- Laporan Rugi/Laba (Performa).
- Perhitungan beban cicilan dan bunga kredit.
- Aliran kas masuk dan kas keluar.
(penerimaan terhadap total asset) dan Break Even Point ( BEP ) adalah titik dimana tidak ada laba dan tidak ada rugi / pulang pokok.
G.   Resiko/Masalah Yang Dihadapi
Beberapa Tahun Belakangan Ini  Marak Bermunculan Berbagai Depot Air Minum Isi Ulang.  Kondisi Ini Terkait Makin Sulitnya Air Tanah Yang Memenuhi Syarat Minimal Kesehatan Untuk Bisa Di Konsumsi. Kerusakan Lingkungan Kelihatannya Begitu Mewabah Di Negeri Ini.  Inilah Yang Melatarbelakangi Maraknya Bisnis Air Minum Isi Ulang. Bagaimana Kualitasnya?
Semakin waktu berjalan, pasokan air bersih yang berasal dari sumur tanah, semakin sulit ditemukan.  Kalaupun ada diperlukan langkah-langkah konkrit untuk menjernihkannya agar  layak minum. Inilah yang mengakibatkan bisnis depot air minum isi ulang, sekarang ini berjamuran di hampir setiap pelosok.  Dapat dikatakan, hampir salam satu Rukun Warga (RW) terdapat beberapa depot air minum yang siap melayani konsumennya.  Namun, sikap hati-hati dan bijak perlu diutamakan, sebab  banyak depot  air  minum yang tidak memperhatikan kualitas air minum yang dipasarkannya.
Dalam pandangan beberapa pengamat, buruknya kualitas depot isi air ulang disebabkan beberapa masalah:
1.        kualitas pipa PVC yang digunakan tidak berstandar  alias produk buruk yang harganya murah. Belum lagi tidak adanya pembersihan berkala terhadap pipa tersebut.  Akibatnya wajar saja saluran airnya sudah dipenuhi dengan berbagai jenis kotoran air.
2.        pompa yang digunakan bukan pompa stainless steel tetapi pompa besi biasa, untuk mendorong hingga masuk ke galon.
3.         karbon yang digunakan kualitasnya rendah. Sudah dicampur dengan pasir aktif. Banyak ditemukan kadar karbonnya hanya seperempat  saja sedangkan sisanya justru pasir.
4.         kondisi pre-treatmen karbonnya jelek, sehingga kemampuan penyerapannya hanya 3 sampai 4 bulan saja. Karbon menempati posisi penting dalam pengolahan air bersih, karena zat inilah yang dapat menyaring besi, elemen kuning hingga bau dalam air.
5.         kualitas lampu Ultra Violet rendah, sehingga dalam waktu hanya 2-3 bulan tidak bisa berfungsi lagi untuk membunuh kuman, bakteri dan virus.
6.         rendahnya keinginan pemilik depot untuk belajar memperbaiki kualitas air termasuk integritas moral yang rendah.
H.    Pembahasan
Bisnis air minum isi ulang merupakan peluang bisnis yang tetap bisa survive di masa yang akan datang. Walaupun bisnis air minum isi ulang ini belakangan cukup menjamur, namun Anda tidak boleh patah semangat untuk menekuninya, sebab semua orang butuh air, baik untuk minum ataupun keperluan kebutuhan yang lainnya. Menekuni bisnis ini tidaklah terlalu sulit pengelolaannya, dan juga tidak membutuhkan tempat yang luas namun harus berada pada tempat yang benar-benar strategis. Tempat depot air isi ulang yang strategis ini ternyata dapat mendongkrak penjualan sampai 50% selain harga tentunya yang lebih kompetitif, karena orang sangat interest sekali untuk mendapatkan perbedaan harganya.
Depot air minum adalah badan usaha yang mengelola air minum untuk keperluan masyarakat dalam bentuk curah dan tidak dikemas (Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Hygiene Sanitasi Depot Air Minum, Dirjen P2PL Depkes RI Tahun 2008). Kualitas air produksi Depot Air Minum akhir-akhir ini ditengarai semakin menurun, dengan permasalahan secara umum antara lain pada peralatan DAM yang tidak dilengkapi alat sterilisasi, atau mempunyai daya bunuh rendah terhadap bakteri, atau pengusaha belum mengetahui peralatan DAM yang baik dan cara pemeliharaannnya.
Hal-hal yang diperhatikan dalam usaha depot air minum:
1.      Pelajari Market dan Lokasi anda
Dimanapun kota anda, cek pasar air minum galon di kota anda, apakah masyarakat sudah mulai mengkonsumsi air dalam galon ? atau masih terbiasa dengan merebus air ? Jadi semakin di daerah anda yang buka depot air minum, tandanya semakin banyak orang yang menkonsumsi air dalam galon. Tidak perlu takut buka depot di tempat yang sudah banyak depot air minum dibuka.. Justru lebih takut bila tidak ada orang yang buka depot di daerah anda.
2.      Pelajari Kompetitor yang ada
Lakukan survey ada berapa depot di kota anda, harga, omset per hari, kualitas (UV / RO), armada sales, armada pengiriman, bonus, promosi, dan tanyakan masyarakat kenapa pilih yang ini atau yang itu.. semakin lengkap data anda, akan memudahkan anda untuk menyusun strategy pemasaran dan penjualan.
Biasanya orang mau buka depot hanya melihat depot lain buka dan banyaknya depot yang ada, tidak memikirkan hal tsb, sehingga bisa dikatakan : LATAH atau BEO saja, hanya ikut ikutan saja, tanpa tau arahnya kemana dan bagaimana buka depot yang baik dan benar.
3.      Pelajari Cara Pemasaran dan Penjualan
Seperti yang saya katakan sebelumnya, pelajari pemasaran dan penjualan yang ada di kota anda. Dan amati depot depot yang ramai dikunjungi orang dan amati mengapa bisa ramai, mengapa bisa digemari masyarakat.
4.      Siapkan Strategy
Anda perlu berpikir keras dan putar otak untuk yang satu ini. Anda tidak bisa mengandalkan rezeki maupun hoki saja dalam membuka depot air minum, spt anda menunggu orang datang untuk membeli air dari anda? Kita tau kan bahwa kita tidak pernah tahu kapan datang nya rezeki ? Maka dari itulah, kita kerjakan dengan strategy yang benar, dan efektif., agar anda dapat memperoleh omset yang baik dan modal pun cepet kembali.
Langkah-langkah awal mendirikan depot isi ulang yang baik dan sehat:
Pertama, lokasi.  Tempat usaha sangat menentukan keberhasilan usaha ini.  Lokasi strategis depot air isi ulang tidak harus di jalan besar, namun harus di tempat yang padat penduduknya. Semakin besar jumlah penduduk di satu kawasan,  maka peluang usaha ini bisa semakin baik.
Kedua, saluran air baku.  Sumber bahan olahan ini sangat penting sekali. Mutlak air tanah maupun air dari PAM/PDAM yang melimpah, karena usaha ini sangat tergantung volume air. Semakin banyak air yang diolah maka semakin banyak galon air yang bisa di pasarkan kepada konsumen.
Ketiga, daya listrik. Perlu sumber listrik yang memadai. Disesuaikan dengan kapasitas produksinya, semakin besar mesin yang digunakan maka semakin besar daya listrik dibutuhkan.
Keempat, ruang usaha dan pengisian mesin.  Perlu ruangan yang memadai sesuai ukuran mesin dan tempat penampungan airnya. Semakin besar produksi air yang dihasilkan tentunya dibutuhkan tempat yang semakin besar. Usahakan pengaturan ruangan yang sebaik-baiknya, agar kesan bersih dan sehat terlihat nyata.
Kelima, kemampuan permodalan. Usahakan mengukur kemampuan keuangan kita untuk berbisnis depot air minum ini. Jangan memaksakan investasi yang tidak sesuai dengan kondisi keuangan.
Keenam, siapkan karyawan. Carilah orang yang akan membantu usaha kita yang telah teruji kejujuran, kedisiplinan, kebersihan, kerajinan dan kesetiannya. Usaha ini butuh dukungan orang yang memiliki komitmen tinggi untuk berhasil, karena besarnya resiko yang harus dihadapi kalau tidak dikelola secara profesional.
Ketujuh, persiapkan dengan baik jaringan pemasarannya dengan kebijakan  promosi, harga dan pelayanan yang baik ditunjang dengan produk yang semakin berkualitas.
Kedelapan, kelola usaha dengan manajemen profesional. Tidak bisa lagi usaha dikelola dengan cara kekeluargaan dengan mengesampingkan prinsip usaha yang sehat dan tertib. Mau mencoba? (naskah oleh ASS) Diolah dari beberapa sumber.
I.     kesimpulan
Perhitungan laba/(Rugi) per bulan

Pendapatan :

- Penjualan per galonRp 5.000,00 X 25 galon/hari X 30 hari
Rp 3.750.000,00
Biaya-biaya :

- Air bersih
Rp.    500.000,00
- Listrik                                                                    
Rp.    150.000,00
- Stok penutup galon                        
Rp.    150.000,00
- Gaji karyawan                                            
Rp.    500.000,00
- Biaya penyusutan peralatan                     
Rp.    214.562,00
- Maintenance                                              
Rp.    200.000,00
- Lain-lain                                                      
Rp.    100.000,00
- Jumlah biaya                                              
Rp. 1.814.562,00
Laba bersih                                     
Rp.    1.935.438,00
Berdasarkan pertanyaan di atas dapat diketahui besarnya Rugi atau Laba yang akan dicapai (RL proforma)Analisis impas dapat dilakukan dengan asumsi bahwa:
1.        Harga jual konstan (relatif konstan) selama periode an3lisis;
2.        Produk yang dihasilkan harus satu macam, bila lebih dari macam produk, perimbangan penghasilan penjualan antara masing‑masing produk harus konstan.
3.        Biaya harus dibagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel (dengan kriteria seperti dijelaskan sebelumnya); Harga jual konstan (relatif konstan) selama periode an3lisis; Produk yang dihasilkan harus satu macam, bila lebih dari macam produk, perimbangan penghasilan penjualan antara masing‑masing produk harus konstan.
pengunjung yang budiman bantu blog ini bagikan postingan artikel dengan cara klik logo share di bawah ini :

5 komentar:

ihman pgg said...

maaf mo tanya soal biaya air bersihnya kenapa mahal gitu ya ko smp 500.000,-? faktor apa yg membuat biaya air bersihnya itu mahal???

Anonymous said...

mas tolong jenis2 air untuk depot air isi ulang..kalau airnya keruh bisa apa tidak untuk depot...?tks..

Obat Pembesar Penis said...

tambah gaul aja dan blognya semakin menarik lagi... lanjutkan

Obat Kuat said...

Postingnya bagus dan Inspiratif. lanjutkan

Anonymous said...

ANONIM : mas kalo air keruh tidak bisa digunakan karena dapat dikenakan sanksi oleh dinas kesehatan, kalau mau bangun usaha air isi ulang lebih bagusnya menggunakan air bor / sumur yg sudah di sterilkan dan di tampung menggunakan tandon

IHMAN : mungkin maksudnya kita beli air bersih makanya sampe semahal itu

Post a Comment

Admin tidak selalu online jika ada pertanyaan tinggalkan komentar, bagi sobat yang ingin berkomentar gunakan kata-kata yang sopan terimakasih.

[ Form Komentar Klasik ]