perkembangan peserta didik


         Perkembangan pribadi adalah segala kebutuhan dirinya memerlukan pemenuhan dan terkait dengan masalah-masalah yang tidak dapat di samakan dengan individu yang lain. Oleh karenanya, setiap pribadi akan dengan sendirinya akan menampakan cirri yang khas yang berbeda dengan pribadi yang lain. Di samping itu, dalam kehidupan ini di perlukan keserasian antara kebutuhan fisik dan nonfisiknya. Kebutuhan fisik tiap orang perlu pemenuhan, misalanya seseorang perlu bernafas dengan lega, perlu makan enak dan cukup, perlu kenikmatan dan perlu keamanan. Berkaitan dengan aspek sosio-psikologis, setiap pribadi membutuhkan kemampuan untuk menguasai sikap dan emosinya serta sarana komunikasi untuk bersosialisasi. Dengan demikian, masalah kehidupan pribadi merupakan bentuk integrasi antara faktor fisik, social budaya, dan faktor psikologis. Di sampinhg itu, seorang individu juga membutuhkan pengakuan dari pihak lain tentang harga dirinya,
baik dari keluarganya sendiri, maupun dari luar keluarganya. 

*      Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pribadi

         Perkembangan kehidupan seseorang di tentukan pula oleh faktor keturunan dan lingkungan. Aliran nativisme menyatakan bahwa seorang individu akan menjadi ‘’orang’’ sebagaimana adanya yang telah di tentukan oleh kemampuan dan sifatnya yang di bawa sejak ia di lahirkan. Sedangkan aliran empirisme menyatakan sebaliknya bahwa seorang individu diibaratkan sebagai kertas/lilin yang masih putih bersih. Ia akan menjadi ‘’manusia’’ seperti yang di kehendaki oleh lingkungan. Kedua aliran itu menggambarkan bahwa faktor bakat dan pengaruh lingkungan sama-sama mempunyai pengaruh terhadap perkembangan pribadinya.


*      Perbedaan individu dalam perkembangan pribadi  

         Lingkungan kehidupan social budaya yang mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang amatlah kompleks dan heterogen. Baik lingkungan alami maupun lingkungan yang di ciptakan untuk maksud pembentukan pribadi anak-anak dan remaja, masing-masing memiliki cirri yang berbeda-beda. Oleh karena itu, secara singkat dapat di katakana bahwa perkembangan setiap pribadi individu berbeda-beda pula sesuai dengan lingkungan dimana mereka di besarkan.

*      Pengaruh perkembangan pribadi terhadap tingkah laku

         Kehidupan merupakan rangkaian yang berkesinambungan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Keadaan kehidupan sekarang di pengaruhi oleh kehidupan sebelumnya, dan keadaan yang akan datang banyak di tentukan oleh keadaan saat ini. Dengan demikian, tingkah laku seseorang di pengaruhi oleh hasil proses perkembangan kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berintegrasi dengan kejadian-kejadian saat sekarang.
          Dapat di katakana bahwa jika sejak awal perkembangan kehidupan pribadi terbentuk secara terpadu dan harmonis, maka dapat di harapkan tingkah laku yang merupakan pengejawantahan berbagai aspek pribadi akan baik.

*      Upaya pengembangan kehidupan pribadi

         Kehidupan pribadi yang merupakan rangkaian proses pertumbuhan dan pekembangan, perlu di persiapkan dengan baik. Untuk itu perlu pembiasaan dalam hal:
a.       Hidup sehat dan teratur serta pemanfaatan waktu secara baik.
b.      Mengerjakan tugas dan pekerjaan praktis sehari-hari secara mandiri dan penuh tanggung jawab.
c.       Hidup bermasyarakat dengan melakukan pergaulan dengan sesama
d.      Cara-cara pemecahan masaalah yang di hadapi.
e.       Mengikuti aturan kehidupan keluarga dengan penuh tanggungjawab dan disiplin
f.       Melakukan peran dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga  

B.  pengertian kehidupan pendidikan dan karier
     
          Kehidupan pendidikan merupakan pengalaman proses belajar yang di hayati sepanjang hidupnya, baik di dalam jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah. Berkaitan dengan perkembangan peserta didik, kehidupan pendidikan yang di maksud baik yang di alami oleh remaja sebagai peserta didik di dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan atau kehidupan masyarakat. Sedangkan kehidupan karier merupakan pengalaman kehidupan seseorang di dalam dunia kerja. Peristiwa seorang remaja masuk ke dunia kerja itu merupakan awal pengalamannya dalam kehidupan berkarya (berkarier). Baik di dalam kehidupan pendidikan maupun kehidupan karier, para remaja memperoleh pengalaman yang menggambarkan adanya pasang surut.

*       Karasteristik kehidupan pendidikan dan karier

Remaja telah memiliki minat yang jelas terhadap jenis pekerjaan tertentu. Untuk itu remaja secara sadar telah mengetahui pula bahwa untuk mencapai jenis pekerjaan yang diidamkan itu memerlukan sarana pengetahuan dan keterampilan tertentu yang harus di miliki. Di samping pengenalan terhadap sisitem pendidikan, para remaja tetrsebut memiliki teman sejawat yang semakin luas lingkungannya dan ia mulai mengenal anak lain dengan berbagai macam latar belakang keadaan keluarga.
Remaja memiliki tiga lingkungan kehidupan yang ketiga-tiganya memiliki corak yang berbeda-beda serta masing-masing memikul tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidkan. Ketiga lingkungan pendidikan itu adalah keluaraga, sekolah dan masyarakat.

*               Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kehidupan pendidikan dan karier

a.      Faktor social ekonomi

    Kondisi social ekonomi keluarga banyak mempengaruhi perkembangan kehidupan pendidikan dan karier anak. Faktor ekonomi mencakup kemampuan ekonomi orang tua dan kondisi ekonomi Negara. Banyak anak berkemampuan intelektual tinggi tidak dapat menikmati pendidikan yang baik, di sebabkan oleh keterbatasan kemampuan ekonomi orang tuanya.

b.      Faktor lingkungan

   Yang di maksud lingkungan di sini mencakup tiga macam. Pertama, lingkungan kehidupan masyarakat, kedua, lingkungan kehidupan rumah tangga, dan yang ketiga, lingkungan kehidupan teman sebaya.
           
c.       Faktor pandangan hidup
  
  Pandangan hidup itu sendiri merupakan bagian yang terbentuk karena lingkunga. Pengejawantahan pandangan hidup tampak pada pendirian seseorang, terutama menyatakan cita-cita hidupnya. Dengan demikian dalam memilih jenis pendidikan berorientasi pada jenis pendidikan yang dapat mendatangkan banyak uang, umpamanya kedokteran, ekonomi, dan ahli teknik.

*          Pengaruh perkembangan kehidupan pendidikan dan karier terhadap tingkah laku dan          sikap.

Banyak pandangan yang menyatakan bahwa sekolah itu kurang bermanfaat bagi kehidupannya, memandang bahwa sekolah tidak dapat memberikan manfaat baginya. Sikap remaja terhadap pendidikan sekolah banyak di warnai oleh karasteristik guru yang mengajarnya. Padahal sekolah, dalam hal ini para guru, memberikan bimbingan dan menilai atas dasar objektifitas yang tidak di sertai faktoremosional.

*      Perbedaan individu dan perkembangan pendidikan dan karier

               Sebagaimana di uraikan di bagian lain, tentang perkembangan intelak, bahwa pencapaian tingkat pendidikan di pengaruhi oleh tingkat kecerdasan atau aq. Dalam kenyataannya iq setiap individu berbeda-beda, maka hal itu akan berpengaruh terhadap pola kehidupannya di dalam bidang pendidikan. Dengan demikian, kehidupan pendidikan akan sangat berfariasi atau berbeda-beda seiring dengan perbedaan kemampuan berpikir atau iq.
              
*       Upaya pengembangan kehidupan pendidikan dan karier

  Orang tua perlu memahami kemajuan pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah dan di luar keluarga. Hal ini amat tinggi nilainya, karena dengan norma dan ketentuan yang tidak terlalu jauh berbeda antara rumah, sekolah dan masyarakat keharmonisan hidup dapat di capai.

a.      Perkembangan karier remaja

   Perkembangan karier remaja yang menurut ginzberg ada pada periode tentative (11-17 tahun) itu di tandai oleh meluasnya pengenalan anak terhadap berbagai masalah dalam memutuskan pekerjaan apa yang akan di kerjakannya di masa mendatang. Periode tentative ini meliputi empat tahap yaitu:

1.      Tahap minat (umur 11-12 tahun)
Remaja sudah mempunyai rencana dan kemungkinan pilihan karier yang di dasarkan pada minat.

2.      Tahap kapasitas (12-14)
Remaja mulai menggunakan keterampilan dan kemampuan pribadinya sebagai pertimbangan dalam melakukan pilihan dan rencana- rencana karier.

3.      Tahap nilai (15-16 tahun)
Dalam tahap ini remaja telah menganggap penting peranan nilai-nilai pribadi dalam proses pilihan karier.


4.      Tahap transisi (17-18 tahun)
Dalam tahap transisi ini remaja mulai bergerak dari pertimbangan-pertimbangan realistis yang masih berada di pinggir kesadaran kedalam posisi yang lebih sentral.

b.      Masalah yang di hadapi

Masalah-masalah dan hambatan-hambatan berasal dari dalam dirinya sendiri, antara lain sering terjadi bahwa minat remaja tidak sesuai dengan kemampuannya. Untuk menghadapi masalah dalam memilih karier dapat di lakukan hal-hal sebagai berikut:
1)      Pelajari dirimu sendiri,
2)      Di bidang apa kamu merasa paling sulit
3)      Tulis rencana dan cita-citamu secara formal
4)      Biasakan dirimu dengan tuntutan pekerjaan tertentu yang kamu minati
5)      Tinjau dan bicarakan lagi rencana kariermu itu dengan orang lain 
6)      Jika ternyata pilihan kariermu tidak cocok hentikan

C.  perkembangan remaja berkenaan dengan kehidupan keluarga

1.         Pengertian kehidupan keluarga

   sebagaimana telah di uraikan di atas bahwa Secara biologis pertumbuhan remaja telah mencapai kematangan seksual, yang berarti bahwa secara biologis remaja telah siap melakukan fungsi produksi. Kematangan fungsi seksual tersebut berpengaruh terhadap golongan seksual remaja dan telah mulai tertarik kepada lawan jenis. Berkenaan dengan upaya untuk menetapkan pilihan pasangan hidup, perkembangan social psikologis remaja di tandai dengan upaya menarik lawan jenis dengan berbagai cara yang di tunjukan dalam bentuk perilaku.
2.      Timbulnya cinta dan jatuh cinta

     Alasan atau faktor yang mempengruhi seseorang mengalami jatuh cinta bermacam-macam, antara lain adalah faktor kepribadian, faktor fisik, budaya, latar belakang keluarga,dan faktor kemampuan.

3.      Masyarakat dan perkawinan

     Pemilihan pasangan hidup merupakan tugas perkembangan yang di dorong faktor biologis. Dalam masalah perkawinan setiap masyarakat di dunia memiliki hukum dan aturan adat yang menjadi pedoman masyarakat dalam menetapkan pasangan hidupnya. Di samping faktor fisik dan psikologos, faktor-faktor lain yang di jadikan pertimbangan dalam menetapkan calon pasangan hidup adalah kesamaan-kesamaan dalam hal ras, bangsa, agama, dan status social ekonomi. Secara psikologis remaja banyak menerima pengruh dari lingkungan tentang kehidupan berkeluarga.
     Memperhatikan banyak faktor kehidupan yang berada di lingkungan remaja, maka pemikiran tentang penyelenggaraan pendidikan di dalam sekolah maupun luar sekolah, pada umumnya di selenggarakan dalam bentuk klasikal. Beberapa usaha yang perlu di lakukan dalam penyelenggaraan pendidikan yaitu:
a.       Bimbingan karier
b.      Memberikan latihan-latihan praktis
c.       Penyusunan kurikulum yang komprehensif 

DAFTAR PUSTAKA

           Gunarsa, S.D, dan singgih D. gunarsa. Psikologi praktis : anak, remaja, dan keluarga. Jakarta : PT BPK gunung mulia, 1991.
    Hurlock, E.B.psikologi perkembangan. Jakarta : penerbit erlangga, 1990.
    Monks, dkk. Psikologi perkembangan : pengantar dalam ber bagai bagiannya. Yogyakarta : gadjah mada university press, 1988.
    Suryabrata, sumadi. Psikologi pendidikan. Jakarta :C.V rajawali, 1991.

pengunjung yang budiman bantu blog ini bagikan postingan artikel dengan cara klik logo share di bawah ini :

0 komentar:

Post a Comment

Admin tidak selalu online jika ada pertanyaan tinggalkan komentar, bagi sobat yang ingin berkomentar gunakan kata-kata yang sopan terimakasih.

[ Form Komentar Klasik ]